Cara Mengatasi Anak Susah Makan dengan Laperma Platinum

By | September 27, 2016

BayuSaurusCara Mengatasi Anak Susah Makan dengan Laperma Platinum, Apakah Si kecil tiba-tiba saja kehilangan selera makannya? Apakah Anak anda memakan makanan manis atau makan cemilan sebelum makan makanan pokok? Bila iya, maka anak anda dipastikan mengalami gejala susah makan. Susah makan sudah menjadi hal yang wajar dialami oleh anak-anak terutama bayi yang baru menginjak usia 1 tahun.

Cara Mengatasi Anak Susah Makan dengan Laperma Platinum

Sebagai orang tua pastinya kita sedikit khawatir bila tiba-tiba si kecil menjadi susah makan padahal sebelumnya mungkin si kecil cukup lahap makan, jika beberapa solusi sudah dicoba lakukan untuk mengatasi ini namun, banyak yang meleset dari harapan mamah. Hal ini biasa terjadi karena mungkin Mamah belum mengerti porsi untuk si kecil, berikut solusinya kami akan jelaskan secara detail untuk mengatasi anak susah makan.

FaKtor penyebab seorang anak susah makan
FaKtor penyebab seorang anak susah makan dikarenakan faktor fisik dan faktor psikis. Faktor fisik meliputi terdapatnya gangguan di organ pencernaan maupun terdapatnya infeksi dalam tubuh anak. Sedangkan faktor psikis meliputi gangguan psikologis pada anak, seperti kondisi rumah tangga yang bermasalah, suasana makan yang kurang menyenangkan, tidak pernah makan bersama orangtua, maupun anak dipaksa memakan makanan yang tidak disukai. Selain itu ada lagi beberapa FaKtor penyebab seorang anak susah makan yang akan saya paparkan dibawah:

1. Mulai punya selera terhadap rasa
Menginjak masa pertumbuhan, anak juga memiliki rasa ingin tahu yang begitu tinggi, termasuk juga rasa ingin tahu terhadap berbagai rasa makanan. Pada masa ini, si kecil sudah mulai memiliki selera tersendiri terhadap rasa. Karena itu, tidak ada salahnya Bunda menambahkan bumbu seperti garam dan gula untuk memberi cita rasa pada makanannya. Namun sebaiknya jangan gunakan bumbu penyedap rasa seperti MSG karena dapat berpengaruh buruk bagi perkembangan sel otaknya.

2. Terlalu banyak makan cemilan
Pemberian cemilan terutama yang manis seperti permen, coklat dan eskrim yang terlalu banyak, terutama mendekati waktu makan utamanya juga bisa jadi penyebab si kecil susah makan. Hal ini karena cemilan manis tinggi akan kalori yang memberi efek kenyang, walaupun hanya dikonsumsi dalam porsi lecil. Mungkin Bunda menganggap tidak masalah si kecil tidak mau memakan makanan utamanya karena sudah kenyang dengan makanan pendampingnya. Cemilan manis memang mengenyangkan, tapi tidak bisa mencukupi kebutuhan akan asupan nutrisinya. Karena itu, sebaiknya batasi pemberian cemilan untuk si kecil, terutama saat mendekati waktu makan utamanya.

3. Nafsu makan menurun, bisa jadi tanda-tanda sakit
Saat nafsu makan si kecil mulai menurun, Bunda patut mewaspadainya karena bisa saja itu merupakan pertanda bahwa ia sedang sakit. Jika nafsu makannya menurun seiring dengan keaktifannya yang menurun juga, sebaiknya Bunda segera membawanya berkonsultasi ke dokter. Tidak hanya sakit, proses tumbuh gigi pada anak juga bisa menjadi penyebab si kecil susah makan. Untuk mengatasinya, Bunda bisa memberikan makanan yang teksturnya lebih halus dan memakai peralatan makan yang nyaman untuknya.

4. Terlalu sering dipaksa untuk makan
Lantaran khawatir kebutuhan gizinya tidak terpenuhi, mungkin Bunda sebagai orang tua sering memaksa si kecil untuk makan. Namun memaksa anak makan, apalagi dengan memberikan ancaman untuk menakut-nakutinya, justru harus Bunda hindari. Karena semakin dipaksa, ia justru akan semakin melakukan perlawanan yang berupa penolakan terhadap makanan. Sebaiknya Bunda membujuknya untuk makan dengan cara-cara yang halus, misalnya dengan menjelaskan kenapa ia harus menghabiskan makanannya ( Baca juga : Cara Mengatasi Anak Susah Makan dengan Laperma Platinum ).

5. Belum benar-benar lapar
Salah satu penyebab umum kenapa si kecil susah menghabiskan makanannya adalah karena ia belum benar-benar merasa lapar karena terlalu sering mengkonsumsi makanan pendamping seperti cemilan. Solusinya, Bunda bisa mengatur jadwal makan si kecil, mulai dari jadwal makan berat, minum susu hingga waktu pemberian cemilan. Berilah jeda waktu yang cukup antara pemberian makanan berat, susu dan cemilan.

6. Bosan dengan menu makanan yang itu-itu saja
Bunda sedang kebingungan dan bertanya-tanya “biasanya makanan selalu dihabiskan, kok belakangan ini si kecil sering menyisakan makanannya”? Menurunnya nafsu makan si kecil bisa saja dikarenakan ia mulai merasa bosan dengan menu makanan yang terlalu sering Bunda berikan kepadanya. Maka dari itu, mulailah untuk lebih memvariasikan menu makanan untuk si kecil. Bunda bisa mencari tahu di internet ataupun di buku resep untuk mempelajari menu makanan apa saja yang bisa meningkatkan nafsu makan dan tentunya menarik untuk si kecil.

Cara Mengatasi Anak Susah Makan dengan Laperma Platinum

Tips Cara Mengatasi Anak Susah Makan
1. Coba sajikan makanan dalam porsi kecil.
Ingat, lambung si kecil belum mampu menampung makanan terlalu banyak, jadi berikan ia makanan sedikit demi sedikit.

2. Variasi makanan.
Cobalah buat beberapa pilihan menu makanan, lalu biarkan buah hati Anda memilih makanan yang ia sukai. Biasanya anak lebih suka dengan makanan pilihannya.

3. Sajikan dengan menarik
Setelah menyajikan banyak pilihan, sajikan dengan tampilan menarik. Misalnya, mencetak nasi goreng dalam cetakan teddy bear atau bebek kecil. Untuk contoh resep anda bisa mengikuti resep nasi goreng berikut: Resep Nasi Goreng Rumahan Spesial

4. Jadikan saat makan menyenangkan
Hindari mengancam, menghukum, atau menakut-nakuti anak agar ia makan lebih banyak. Ini akan membuatnya merasa bahwa saat makan merupakan saat yang tidak menyenangkan. Dan bukan tak mungkin menimbulkan trauma psikologis baginya.

5. Makan teratur
Jadwalkan waktu makan dengan teratur, agar si kecil terbiasa dengan waktu makannya. Sama halnya dengan waktu tidur, mandi dan sebagainya.

6. Beri cemilan sehat
Setelah bisa berjalan, si kecil gemar bereksplorasi dengan lingkungannya. Apalagi ketika memasuki usia 2 tahun, aktivitasnya semakin banyak saja. Ini mungkin membuatnya sulit untuk duduk manis dan makan dengan tenang. Untuk menyiasatinya, berikan ia cemilan sehat dalam porsi kecil namun beragam. Misalnya saja bola-bola kentang isi wortel dan daging cincang, sus mini isi fla coklat, donat tabor keju, dan sebagainya.

7. Hindarkan gaya memaksa dan mengancam dalam membujuk anak.
Selama waktu makan, minimalkan gangguan, misalnya matikan televisi dan jauhkan buku atau mainan dari meja makan.

8. Libatkanlah anak anda untuk menyiapkan makanan.
Misalnya dengan meminta pertolongannya untuk mengambilkan buah atau sayur di swalayan maupun membantu menyiapkan meja makan. Selain itu, anak anda memerlukan contoh dari orang tuanya. Bila anda mengkonsumsi makanan sehat, maka anak akan mencontoh pola makan anda sebagai orang tua.

9. Hindari memberi iming-iming makanan penutup sebagai hadiah.
Hal ini dapat menyiratkan bahwa makanan penutup merupakan makanan yang paling enak dan baik untuk anak. Selain itu, dapat meningkatkan keinginan mengkonsumsi makanan manis bagi anak. Anda dapat memberikan makanan penutup selama 2 hari dalam seminggu, sedangkan pada pekan berikutnya tidak anda berikan. Buah, yogurt atau makanan sehat lain dapat anda ganti sebagai makanan penutup.

10. Batasi pemberian minuman di sela-sela waktu makan.
Minuman rendah lemak maupun jus buah segar memang penting untuk anak, namun bila ananda terlalu banyak minum, tidak akan ada tempat yang cukup untuk makanan maupun kudapan sehat yang bisa masuk ke perut anak.

Tips Cara Mengatasi Anak Susah Makan dengan Laperma Platinum

laperma-foto-3-min

Apa itu Laperma Platinum? Laperma Platinum merupakan Suplemen Nutrisi Untuk Tumbuh Kembang Dan Daya Tahan Tubuh Anak yang terkomposisi dari Madu Afis Mellifera, Sari Ikan Salmon, temulawak, temu ireng dan berbagai bahan herbal berkualitas. Laperma™ Platinum diproses dari bahan madu yang terjamin keaslian, kemurnian dan kualitasnya. Komposisi kandungan Laperma Platinum terbukti memberikan khasiat sangat baik bagi pertumbuhan anak. Selain bebas pengawet, Laperma™ Platinum mengandung zat alami yang membantu mencegah datangnya penyakit, memberikan efek menyehatkan dan rasa bugar dari dalam tubuh.

Keunggulan Laperma Platinum

  • Menggunakan Pemanis alami – Ketika kita mengonsumsi gula, kandungan sukrosa dan glukosa dalam gula akan masuk ke dalam aliran darah. Hal itu menyebabkan kadar gula dalam tubuh naik dengan cepat. Sedangkan madu memiliki fruktosa yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Sehingga menggunakan madu sebagai pengganti gula dalam makanan si Kecil akan membuatnya mendapatkan energi untuk jangka waktu yang lebih lama.
  • Mengandung asam amino dan antibiotik – Madu mengandung asam amino esensial yang baik bagi tumbuh kembang fisik balita Ibu. Penelitian yang dilakukan oleh Peter C. Molan (1992) dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto Selandia Baru, menemukan bahwa madu juga mengandung antibiotik yang aktif melawan serangan berbagai patogen penyebab penyakit.
  • Mampu Mempercepat proses perawatan luka – Berdasarkan US National Library of Medicine National Institutes of Health, madu terbukti dapat mempercepat penyembuhan luka pada balita. Penelitian ini telah dilakukan dengan membandingkan luka yang diolesi madu dan luka yang tidak diolesi madu. Luka yang diolesi madu lebih cepat sembuh dan mengurangi risiko terjadinya infeksi.
  • Mampu Membantu penyembuhan batuk – Madu merupakan salah satu bahan alami yang dipercaya dapat membantu proses perawatan batuk pada balita. Kandungan dalam madu akan meredakan peradangan yang terjadi dalam tenggorokan dan juga meminimalkan rasa sakit dan kesulitan untuk menelan pada saat batuk.
    Asupan gizi untuk balita yang dapat diperoleh dari madu antara lain aneka senyawa karbohidrat seperti gula fruktosa (41,0%), glukosa (35%), sukrosa (1,9%) dan dekstrin (1,5%). Madu juga mengandung vitamin B1, vitamin B2, B3, B6 dan vitamin C. Sementara mineral yang terkandung di dalamnya antara lain kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, fosfor dan sulfur.
  • Memberikan asupan gizi balita yang maksimal dari madu, pilihlah madu organik. Madu organik tidak memiliki kandungan bahan kimia seperti yang terdapat pada jenis non-organik sehingga kandungan gizinya lebih terjaga dan aman untuk dikonsumsi.

Sekian duklu ulasan saya mengenai Cara Mengatasi Anak Susah Makan dengan Laperma Platinum, mudah-mudahan anda bisa melakukan penanganan yang tepat untuk meningkatkan nafsu makan anak. Yuk dukung tumbuh-kembang anak dengan memberi asupan nutrisi dibutuhkannya dengan rutin memberikan anak kita Laperma Platinum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *